Saturday, December 10, 2016
Wednesday, December 9, 2015
Tuesday, December 8, 2015
Supported by Gitar Plus Megazine
Here is my article regarding album Voice of Ethnic...
July Edition 2015.
Gugun Blues Shelter, Donny Fatah, Ian Antono, Arya Setyadi, Indro Hardjodikoro, dkk juga memiliki album ethnic rock ini, suatu kehormatan buat saya.. Terima kasih,
Album ini bisa didapatkan di Gitar plus store, atau order to 085694694708
,





Album ini bisa didapatkan di Gitar plus store, atau order to 085694694708
,






My Mentor
Sir Gideon LJ Tengker is my mentor even for my band Pyramid REGA (SKA), I have been learning Blues since Aug 2010....
Saturday, December 5, 2015
My Band Pyramid Rega
Presently My Band is Pyramid REGA, the genre is SKA.. we called Heavy SKA.
Rega was establised in August 2013 with some Reggae and SKA concept,..
Why I prefer SKA rather than Metal ?? because of my solo music is Blues, Rock and Metal so I need a different style and new concept with my band.
Basically I really like kind of genres, not specific...
by this December 2015, Pyramid REGA will release first album "O o owh" and this song written by senior Indonesian Blueser Mr Gideon LJ Tengker.
Tuesday, December 1, 2015
Siaran Pers
SIARAN PERS
“Voice of Ethnic”
“Voice of Ethnic” merupakan bukti absolut dari sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Melalui album perdananya ini, gitaris asal Bogor Dede Aldrian tak hanya merealisasikan bunga-bunga tidurnya, tetapi juga membuktikan kepiawaiannya dalam meramu komposisi instrumental sekaligus menggoreskan stigma ‘etnik’ pada dirinya sendiri. Ya, nuansa etnik Sunda yang dikawinkan dengan polesan rock modern hasil eksekusi Dede benar-benar menghasilkan barisan komposisi unik, identik sekaligus ciamik.
Bagi gitaris yang memiliki tipe permainan shredding seperti Dede, apalagi telah memiliki lebih dari 150 lagu sendiri yang sebagian besar di antaranya bercorak neo-classical metal, berpartisipasi dalam gerakan pengabadian musik etnik tentu merupakan hal yang wajib diapresiasi. Di usia yang masih sangat muda, 20 tahun, Dede tidak berusaha mencari jati diri melalui jalur ‘mainstream’ ala kebanyakan gitaris metal. Sebaliknya, ia fokus menggaungkan musik ‘tak lazim’ asal daerah kelahirannya, Bogor, Jawa Barat, dengan segala tingkat keunikannya yang tinggi.
“Sebetulnya saya ingin eksplor semua musik etnik Indonesia termasuk Sumatera (Padang), Kalimantan, dan lain-lain. Tetapi dikarenakan banyak dan bermacam-macam jenisnya, akhirnya saya putuskan di album ini hanya fokus ke daerah dimana saya berasal, yakni Jawa Barat. Tapi jangan salah, musik Sunda dan Bali memiliki banyak kesamaan. Sama-sama ada gamelannya, gendangnya, sulingnya, dan lainnya,” ujar Dede.
“Voice of Ethnic” sendiri dirilis pada 3 Mei 2015 atau bertepatan dengan hari ulang tahun Dede yang ke-20 dimana menurut dirinya, kehidupan seseorang akan mengalami banyak perubahan setelah melewati fase usia kepala satu menuju kepala dua. Perubahan itu mencakup pola pikir dan pendewasaan diri dimana semuanya tak akan pernah terwujud tanpa campur tangan Tuhan YME. “Mungkin ini petunjuk dari Allah SWT yang menggerakkan hati kami, entah kenapa berkeinginan menyelesaikan album ini bertepatan dengan hari kelahiran Dede,” Fosil Haris, produser album sekaligus ayah Dede menjelaskan.
Dari 11 trek yang bersemayam di dalamnya, tujuh lagu merupakan lagu lama yang sering dipublikasikan Dede di media sosial maupun di atas panggung. Sedangkan empat lainnya sengaja dibuat di tahun 2015 untuk melengkapi album ini, yakni “Sundanese Funky”, “Gitar Suling”, “Jurig Awewe (Santet)” dan “Sabilulungan Rock II”. Khusus “Jurig Awewe (Santet)”, menampilkan mantan gitaris band Kesna Shena Ariyandi yang kebetulan berada di bawah naungan komunitas gitar yang sama dengan Dede, Bogor Guitar Funatics (BGF). Tipe permainan gitar Shena yang jazzy menjadi alasan utama Dede melibatkan gitaris berkaca mata itu. (Riki Noviana)
“Voice of Ethnic”
Contact (interview, booking, etc): 0813 1976 4080, 0857 1418 7579 (Fosil Haris)
Email: dedealdrian@gmail.com
“Voice of Ethnic”
“Voice of Ethnic” merupakan bukti absolut dari sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Melalui album perdananya ini, gitaris asal Bogor Dede Aldrian tak hanya merealisasikan bunga-bunga tidurnya, tetapi juga membuktikan kepiawaiannya dalam meramu komposisi instrumental sekaligus menggoreskan stigma ‘etnik’ pada dirinya sendiri. Ya, nuansa etnik Sunda yang dikawinkan dengan polesan rock modern hasil eksekusi Dede benar-benar menghasilkan barisan komposisi unik, identik sekaligus ciamik.Bagi gitaris yang memiliki tipe permainan shredding seperti Dede, apalagi telah memiliki lebih dari 150 lagu sendiri yang sebagian besar di antaranya bercorak neo-classical metal, berpartisipasi dalam gerakan pengabadian musik etnik tentu merupakan hal yang wajib diapresiasi. Di usia yang masih sangat muda, 20 tahun, Dede tidak berusaha mencari jati diri melalui jalur ‘mainstream’ ala kebanyakan gitaris metal. Sebaliknya, ia fokus menggaungkan musik ‘tak lazim’ asal daerah kelahirannya, Bogor, Jawa Barat, dengan segala tingkat keunikannya yang tinggi.
“Sebetulnya saya ingin eksplor semua musik etnik Indonesia termasuk Sumatera (Padang), Kalimantan, dan lain-lain. Tetapi dikarenakan banyak dan bermacam-macam jenisnya, akhirnya saya putuskan di album ini hanya fokus ke daerah dimana saya berasal, yakni Jawa Barat. Tapi jangan salah, musik Sunda dan Bali memiliki banyak kesamaan. Sama-sama ada gamelannya, gendangnya, sulingnya, dan lainnya,” ujar Dede.
“Voice of Ethnic” sendiri dirilis pada 3 Mei 2015 atau bertepatan dengan hari ulang tahun Dede yang ke-20 dimana menurut dirinya, kehidupan seseorang akan mengalami banyak perubahan setelah melewati fase usia kepala satu menuju kepala dua. Perubahan itu mencakup pola pikir dan pendewasaan diri dimana semuanya tak akan pernah terwujud tanpa campur tangan Tuhan YME. “Mungkin ini petunjuk dari Allah SWT yang menggerakkan hati kami, entah kenapa berkeinginan menyelesaikan album ini bertepatan dengan hari kelahiran Dede,” Fosil Haris, produser album sekaligus ayah Dede menjelaskan.
Dari 11 trek yang bersemayam di dalamnya, tujuh lagu merupakan lagu lama yang sering dipublikasikan Dede di media sosial maupun di atas panggung. Sedangkan empat lainnya sengaja dibuat di tahun 2015 untuk melengkapi album ini, yakni “Sundanese Funky”, “Gitar Suling”, “Jurig Awewe (Santet)” dan “Sabilulungan Rock II”. Khusus “Jurig Awewe (Santet)”, menampilkan mantan gitaris band Kesna Shena Ariyandi yang kebetulan berada di bawah naungan komunitas gitar yang sama dengan Dede, Bogor Guitar Funatics (BGF). Tipe permainan gitar Shena yang jazzy menjadi alasan utama Dede melibatkan gitaris berkaca mata itu. (Riki Noviana)“Voice of Ethnic”
Contact (interview, booking, etc): 0813 1976 4080, 0857 1418 7579 (Fosil Haris)
Email: dedealdrian@gmail.com
Saturday, February 2, 2013
BIOGRAPHY

Hi Friends,
I am a young talented guitarist 20 yo from Indonesia
Live in Bogor, West Java.
I am member of Pyramid Rega & Dedevai
(Solo Instrumental & Ethnic Rock).
When I was 10th, I joined with a classic guitar class
at Yamaha Music Indonesia, and two years later I joined
with Pyramid as a lead guitar.
My father was a founder of the Band..
In the middle of 2009 I joined with kid band
“Alphakid” and released one album
“Mengejar Bintang” supported by senior rock musician Areng Widodo.
end of 2010 I tried to explore as a solo project and prepare some songs
Many various genre has been arrangered and completed by me starting from Keroncong (local popular song) even Ethnic music such as Sundanese, soundtrack film & Cartoon music, Blues, Mozart, Beethoven
My biggest influenced are Deep Purple, Led Zeppelin, Jimi Hendrix, Steve Vai, Jason Becker, Van Halen, Metallica and etc....
until present I have been completeed more than 200 songs with all genre
I still need continuous support from all of you
Hopefully, I would be a great musician someday
Many Thanks & GodBless You All..
Performance on stage :
performing 2007-2015
more than 300 times on stage
Special invitation :
Jak Jazz 2010 invited by Ireng Maulana
I Wayan Balawan Concert (opening)
Jaming with Firman Al Hakim (shredder)
Collaboration with Yoyo Padi (BOS)
Collaboration with Trison Roxx (BOS)
JAPEX & Palents 2012-2015 by Audiopro Megazine
Jackcloth Karawaci
Gitaran Sore - Gitar Plus Megazine
Event Blues Community, Bogor, Bandung & Cianjur
Bogor Guitar Funatics
etc
Mentor of Blues by Gideon LJ Tengker
Mentor of Classic Guitar by Faisal Ahmad (Malang Music)
Mentor of Rock & Metal by Fosil Haris
Management under Pyramid (Bogor)
CP: 085694694708 - 08176095436
email : pyramid_bogor@yahoo.com
VIDEO :
PICTURES :



8:34 PM
Dede Aldrian (PYRAMID Bogor)
























